Selasa, 22 Maret 2016

Menuju Ketinggian Ruhani

Meningkatkan Performa Kader Dakwah

Penerbit : Robbani Press
Penulis : Muhammad Ahmad ar-Rasyid
Ukuran :  cm
Halaman : x + 226 halaman
Cover : SC
Berat : - gr

Harga : Rp. 30.000,-
(Disc. 15%)

 


Sinopsis :

Istiqamah di jalan dakwah adalah sebuah keutamaan. Tetapi, untuk bisa tegar di jalur ini tidaklah mudah karena karena banyak rintangan di hadapannya. Kekuatan iman sangat menentukan kapasitas seorang kader dakwah. Namun, iman juga mengalami fluktuasi, kadang bertambah dan kadang berkurang. Ketika iman sedang bertambah ia semangat dan serius, dan ketika berkurang ia mengalami futur (lemah semangat).

Ini sesuatu yang manusiawi, yang akan dialami siapa saja. Maka, jalan keluar dari kondisi ini menjadi sesuatu yang sangat penting, termasuk upaya memoles akhlak da'i dalam menjalankan perannya.

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================

Politik Dakwah

Metodologi & Dasar-Dasar Ijtihad di Ranah Fiqh Dakwah

Penerbit : Robbani Press
Penulis : Muhammad Ahmad ar-Rasyid
Ukuran :  cm
Halaman : xiv + 618 halaman
Cover : SC
Berat : - gr

Harga : Rp. 115.000,-
(Disc. 15%)



Sinopsis :

Dakwah dan politik seakan dua sisi yang berpisah, tetapi sebenarnya tidak, keduanya tidak mungkin dipisahkan. Memang, memadukan keduanya dalam satu sisi yang padu seakan dua sisi mata uang, bertautan tetapi saling bertolak belakang.

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================

Rihlah Dakwah

Salim A. Fillah
Melawat Berburu Hikmat

Penerbit : Pro-U Media
Penulis : Salim A. Fillah
Ukuran : 16 x 20 cm
Halaman : 384 halaman
Cover : SC
Berat : - gr



Harga : Rp. 70.000,-
(Disc. 15%)







Sinopsis :

Perjalanan kita, ujungnya kelak adalah sebuah pengadilan. Maka mereka yang cerdas dalam langkah-langkahnya akan mempersedikit beban dan memperbanyak bekal, serta mengurangi para penggugat dan menambah pembela hingga berlipat. Adapun seisi bumi, sebagaimana tangan dan kaki, akan bersaksi nanti ketika mulut dikunci. Bepergian di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Allah; diperintahkan-Nya pada kita agar ruh terisi niat-niat bakti, akal menginsyafi besarnya karunia, dan seluruh jasad tersengat semangat untuk menebar manfaat.

Sungguh, Nabi melarang kita memayahkan diri melaksanakan rihlah, kecuali tuk menuju Masjidil Haram, Masjid beliau di Madinah nan bercahaya, serta Masjidil Aqsha di Palestina. Yang terakhir ini bahkan difatwakan para íulama untuk ditunda sementara. Sebab, kiblat pertama shalat kaum Muslimin itu sedang dijajah oleh Zionis. Namun, tentang safar untuk berilmu, berdakwah, dan jihad fi sabilillah, jelas bahwa ia pengecualian yang indah.

Akhirnya, selamat berihlah dalam dakwah. Selamat melawat berburu hikmat. Sebab kita semua adalah musafir.

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================

Selasa, 05 Januari 2016

Ghirah Cemburu Karena Allah

Penerbit : Gema Insani Press
Penulis : Prof.DR. Hamka
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman :  halaman
Cover : SC
Berat : - gr

Harga : Rp. 38.000,-
(Disc. 15%)

 



Sinopsis :

Ghirah Cemburu Karena Allah - Ghirah bukan hanya milik orang Islam yang sering dicap fanatik oleh bangsa Barat karena kebertahanannya dalam menjaga muruah pada diri, keluarga, maupun agamanya. Namun, ghirah atau syaraf (Arab) juga milik setiap jiwa manusia, bahkan masing-masing daerah atau negara memiliki istilah sendiri untuk menyebutnya. Ghirah juga milik Mahatma Gandhi-yang terkenal berpemahaman luas dan berperikemanusiaan tinggi- yang sampai bersedia melakukan apa saja untuk mencegah adik Yawaharlal Nehru, Viyaya Lakshmi Pandit, dan anaknya, Motial Gandhi, keluar dari agama Hindu.

Ghirah atau cemburu ada dua macam, yakni terhadap perempuan dan agama. Jika adik perempuanmu diganggu orang lain, lalu orang itu kamu pukul, pertanda padamu masih ada ghirah. Jika agamamu, nabimu, dan kitabmu dihina, kamu diam saja, jelaslah ghirah telah hilang dari dirimu.

Jika ghirah atau siri-dalam bahasa orang Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja-tidak dimiliki lagi oleh bangsa Indonesia, niscaya bangsa ini akan mudah dijajah oleh asing dalam segala sisi. Jika ghirah telah hilang dari hati, gantinya hanya satu, yaitu kain kafan tiga lapis. Sebab, kehilangan ghirah sama dengan mati!

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================

Senin, 04 Januari 2016

Menggali Ke Puncak Hati

Menajamkan 10 Neraca Perbaikan Diri

Penerbit : Pro-U Media
Penulis : Salim A. Fillah
Ukuran : 14 x 20 cm
Halaman : 312 halaman
Cover : SC
Berat : - gr


Harga : Rp. 56.000,-
(Disc. 15%)

Sinopsis :


Menggali Ke Puncak Hati - Inilah menggali ke puncak hati. Menggali, sebab sesungguhnya Allah telah menganugerahkan berbagai potensi di dalam diri kita. Menggali berarti menemukan dan mengasahnya. Ke puncak, sebab sungguh hanya kepada Allah kita arahkan tiap gerisik maksud, luahan kata, hingga gerak íamal seperti yang disusun dalam rencana-rencana di buku ini. Dan hati, karena dari sanalah semua bermula sebagai niat yang harus dijaga dan diperbaiki, juga bermuara sebagai ridha atas segala yang datang dari-Nya.

Menggali ke puncak hati adalah perjalanan menuju keikhlasan terpuncak saat kita berikrar, Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kesemuanya adalah untuk Allah Rabb Semesta Alamî sembari berdoa, Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan mengihsankan ibadah hanya untuk-Mu. Ya, karena seluruh diri kita adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya, sedang tak layak bagi-Nya kecuali yang terbaik; maka kita memohon pertolongan-Nya agar mampu mempersembahkan yang terbaik.

Demikian penggalian ke puncak hati itu, hingga kita berada dalam kehidupan terbaik dan kematian terbaik, saat ruh dijemput dan hati mencapai puncak keikhlasannya, “Laa ilaaha illallaah.”

“Jalan Allah ini panjang sekali", kata Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, "untunglah kita tak diwajibkan untuk sampai ke ujungnya. Kita hanya diperintahkan untuk mati di atasnya.”

Selamat menggali ke puncak hati!

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================

Kita Semua Adalah Pengembara

Penerbit : Pustaka Ikadi
Penulis : Abu Ridho
Ukuran : 15 x 23,5 cm
Halaman : 380 halaman
Cover : SC
Berat : - gr

Harga : Rp. 63.000,-
(Disc. 15%)






Sinopsis :

Kita Semua Adalah Pengembara - Dalam Al-Qur’an banyak ditemukan ayat-ayat yang kandungan maknanya berupa anjuran atau perintah Allah yang berkaitan dengan perjalanan,  pengembaraan, dan penjelajahan manusia di bumi yang terhampar luas ini. Tujuan anjuran atau perintah tersebut antara lain agar manusia dapat menyambut rezeki yang disediakan Allah di bumi ini untuk manusia dan memperoleh berbagai pelajaran dan pengajaran yang berguna bagi perjalanan hidupnya.

Ibnu Qayyim berkata:  “Manusia sejak diciptakan, pada hakikatnya, senantiasa berada dalam posisi sebagai musafir (pengembara).” Oleh sebab itu drama kolosal tentang perjalanan  yang sedang kita tempuh ini takkan berhenti di sini di dunia fana ini.

”Buku berjudul “Kita Semua Adalah Pengembara” adalah tulisan pertama dalam Seri “Kilas Balik: Perjalanan Pulang Ke Kampung Keabadian”. Buku ini tidak mengurai tentang arti wisata, manfaat, dan urgensinya dalam kehidupan manusia, melainkan lebih menitik beratkan pada posisi kita sebagai hamba Allah yang sedang melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman otentiknya untuk menghadap ke haribaan-Nya.

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================

Selasa, 22 Desember 2015

Agar Hati Lebih Hidup

Penerbit : Cakrawala
Penulis : Sa'id Abdul Azhim
Ukuran : 12 x 18 cm
Halaman :  halaman
Cover : SC
Berat : - gr

Harga : Rp. 55.000,-
(Disc. 15%)





Sinopsis :

Tak seorang pun yang menyangkal bahwa kesehatan badan merupakan hal yang sangat penting untuk selalu dijaga. Sebanyak apapun kekayaan yang dimiliki seseorang dan setinggiapapun jabatan yang diembannya, tanpa disertai kesehatan tubuh, rasanya semua itu tiada arti dan makna. Di samping itu, sakitnya badan juga terkadang menjadi penghambat untuk menunaikan ketaatan. Di sinilah kita melihat betapa materi selalu menjadi dominan dalam mengobati penyakit, sementara mereka lalai dengan sakit dan matinya hati akibat kekufuran, dosa, maksiat dan enggan mengonsumsi makanan dan obatt-obatan yang pernah ditunjukkan Rasulullah sebagaimana yang tertera dalam at-Thib an-Nabawi.

Berkenaan dengan hal itu, Syekh Sa’id Abdul Adzim dalam buku ini menyampaikan beberapa cara dan kiat agar hati senantiasa dalam kondisi sehat dan terhindar dari segala bentuk penyakit yang selalu mengintainya.

===============================
Untuk Pemesanan Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

===============================