Minggu, 27 Juni 2010

Warisan Sang Murabbi, Pilar-Pilar Asasi


Penerbit : Tarbawi Press
Penulis : KH. Rahmat Abdullah
Ukuran : cm
Halaman : xviii + 435
Cover : HC
Harga : Rp. 85.000,-
(Disc. 15%)

Sinopsis:


Buku Warisan Sang Murabbi ini merupakan kumpulan pemikiran almarhum KH. Rahmat Abdullah, yang ditulis dalam Rubrik Assasiyat, Majalah Inspirasi Tarbawi. Relevansi buku ini, terletak pada keberadaannya sebagai representasi yang memadai bagi pemikiran ustadz Rahmat. Setidaknya, dari segi pergulatan ide yang ada di balik tulisan-tulisan tersebut, yang mengangkat beragam tema. Dan Cukup menjelaskan bagaimana isi dari pemikiran-pemikiran sosok KH. Rahmat Abdullah.
Sebagian orang, terutama para kader Tarbiyah, tentu pernah berinteraksi dengan sosok yang semasa hidupnya dikenal juga dengan syaikh Tarbiyah itu. Tetapi, tidak bisa dikatakan mengenal ustadz Rahmat bila tidak mengenal pemikirannya. Dan, pemikiran ustadz Rahmat yang tertuang dalam tulisan dirinya langsung, dalam jumlah yang memadai, adalah apa yang ia tulis di Tarbawi, secara berkala, dalam waktu lebih dari enam tahun, yang sekarang dibukukan dalam lebih dari 400 halaman ini.
Buku ini memberi kesempatan kepada yang belum tahu KH. Rahmat Abdullah untuk mengenal tokoh kharismatik tersebut. Sementara siapa pun yang merasa pernah dekat dengan KH. Rahmat Abdullah, bisa semakin memahami konstruksi pemikiran beliau, gelisah hatinya, getaran yakinnya, yang boleh jadi tak bisa sekilas ditangkap hanya dengan pernah makan bersama atau duduk-duduk bersama.
Sepanjang sejarah orang-orang shalih, warisan pengetahuan mereka selalu melalpaui warisan kisah biografis mereka. Kita memang perlu memperbaiki cara kita mengenang orang-orang shalih, dari melankolis menjadi transformatif.

KH. Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syuro PKS :
Sebagai shahibul dakwah, shahibul masirah, teman perjalanan dalam dakwah dan perjuangan, saya memberikan kesaksian yang tulus, jujur, ikhlas pada Ustadz Rahmat Abdullah. Sepanjang 25 tahun dalam perjalanan dakwah, dalam tugas apapun, dalam fungsi apapun, dalam posisi apapun, akhuna rahimahumullah Rahmat Abdullah selalu mengambil posisi yang terbaik, selalu mengambil peran yang terbaik, selalu memberikan sumbangan yang terbaik.

DR Hidayat Nurwahid, MA. Ketua MPR RI:
Wafatnya Ustadz Rahmat Abdullah tentu saja menimbulkan perasaan berduka bagi semua warga Partai Keadilan Sejahtera, khususnya mantan Presiden PKS, DR Hidayat Nurwahid, MA. Hampir selama 5 tahun periode kepengurusannya, banyak hal dihadapinya bersama Ustadz Rahmat, baik suka maupun duka.
Di tengah kesibukannya sebagai Ketua MPR, salah satu guru dakwah ini bersedia bertutur tentang kisahnya bersama Ustadz Rahmat.

Anis Matta
Satu hari, lebih dari 15 tahun lalu, lelaki itu datang dengan tenang. Jaket tentara rada lusuh yang ia kenakan membuatnya tampak gagah dan berwibawa. Tapi kelembutan tetap memancar kuat dari sorot matanya. Di sana ada cinta. Di sana ada cinta. Memanggil-manggil. Seperti sinar purnama yang memancar kuat menembus awan malam. Itulah pertama kali saya melihat guru saya, KH.Rahmat Abdullah, ketika beliau mengisi salah satu materi dalam sebuah dauroh di Puncak.

===========================
Untuk Pemesanan (Beli/ Sewa) Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id
===========================

Jumat, 25 Juni 2010

Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah


Penerbit : Pustaka Imam Syafi'i
Penulis :
Yazid bin Abdul Q
adir Jawas
Ukuran :
12,5 x 17,5 cm
Halaman :
xxiv + 651 halaman
Cover :
HC

Harga : Rp. 120.000,-




Sinopsis :


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya :
"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."
(Q.S asy-Syu'araa': 78-79)
'Aqidah yang benar adalah perkara yang amat penting dan kewajiban yang paling besar yang harus diketahui oleh setiap Muslim dan Muslimah. Karena sesungguhnya sempurna dan tidaknya suatu amal, diterima atau tidaknya, bergantung kepada 'aqidah yang benar. Kebahagiaan dunia dan akhirat hanya diperoleh oleh orang-orang yang berpegang pada 'aqidah yang benar ini dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menafikan dan mengurangi kesempurnaan 'aqidah tersebut.
'Aqidah yang benar adalah 'aqidah al-Firqatun Naajiyah (golongan yang selamat), 'aqidah ath-Thaaifatul Manshuurah (golongan yang dimenangkan Allah), 'aqidah Salaf, 'aqidah Ahlul Hadist, Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Buku yang ada ditangan pembaca ini adalah Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Didalamnya dijelaskan tentang 'aqidah dan manhaj yang benar dari kitab para ulama terdahulu dengan dalil-dalil yang shahih dari al-Qur'an dan as-Sunnah, penjelasan para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in, serta para ulama yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Penulis berusaha mengambil rujukan yang benar dan ilmiyah dari kitab-kitab rujukan yang telah diakui keotentikanya dalam masalah 'aqidah oleh para ulama Ahlus Sunnah dari zaman dahulu hingga sekarang. Tujuan penulis ini adalah agar 'aqidah dan manhaj ini difahami oleh Ummat Islam dengan benar, diyakini seyakin-yakinnya dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hanya kepada Allah kami memohon semoga risalah ini bermanfaat dan menjadikan upaya ini sebagai amal shalih semata-mata mengharap ridha-Nya.

==============================
Untuk Pemesanan (Beli/ Sewa) Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id
==============================

Hidup Sehat Tanpa Obat


Penerbit : Cakrawala
Penulis : Dr Muhammad Az-Zakky
Ukuran : 14 x 21
Halaman :
Cover : HC

Harga : Rp. 105.000,-



Sinopsis :

-



Untuk Pemesanan (Beli / Sewa) Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

Kiat Bijak Mengambil Keputusan, Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf 'alayhis salaam


Penerbit : Cakrawala
Penulis : Amru Khalid
Ukuran : 14 x 21 cm
Halaman : xvi + 262 halaman
Cover : SC

Harga : Rp. 39.500,-
(Stock Kosong)

Sinopsis :
Yusuf, itulah nama yang diabadikan Allah swt. dalam Al Qur-an, yang dalam sejarah kehidupannya penuh dengan ujian dan cobaan yang datang secara beruntun. Tapi dengan keimanan dan kesabarannya, Allah swt mengakhiri ujian yang beliau alami dengan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup.
Dengan bahasa yang mudah dan amat sederhana, Ust. Amr khalid menguraikan kisah perjalanan Nabi Yusuf -sosok orang yang memiliki ketampanan, kecerdikan, kepiawaian dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi segala ragam ujian dan cobaan- dengan runtut dan diselingi beberapa hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari setiap peristiwa yang beliau alami.
Kiranya, dengan membaca kisah yang tertuang dalam Al Qur-an, khususnya Surah Yusuf, kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran penting sehingga kita dapat mengarungi kehidupan di alam yang fana ini dengan rasa tenang, damai dan tenteram. Karena, apapun yang kita alami baik yang berupa kenikmatan maupun penderitaan merupakan ujian yang telah ditentukan di sisi-Nya, yang dengan itu semua Allah swt. ingin mengetahui sejauh mana keyakinan, kemantapan iman dan kesabaran kita atas ujian-Nya.
Semoga kisah yang tertuang dalam buku ini tidak sekedar menjadi penghibur belaka, tapi juga sebagai cermin atas semua problematika yang senantiasa menyertai kehidupan kita, dan apa yang semestinya kita lakukan saat ujian menimpa. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kasih-Nya kepada kita semua, juga ketabahan saat menjalani ujian dari-Nya.

Untuk Pemesanan (Beli/ Sewa) Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

Kamis, 24 Juni 2010

Semangkuk Cocktail Cinta


Penerbit : Era Adicitra Intermedia
Penulis : Rahayu Aningtyas
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Halaman : xxvi + 151 halaman
Cover : SC

Harga : Rp. 28.000,-



Sinopsis :

Manusia membutuhkan interaksi sosial dalam menjalani kehidupannya. Namun sering cara mereka memaknai relasi antar sesama justru melahirkan konflik di segala sisi kehidupan.
Rasulullah saw. sabagai utusan Allah swt. telah menyampaikan konsep cinta sebagai jawaban atas permasalahan relasi manusia. Melalui Al Qur-an, hadits, dan keteladanan beliau, konsep cinta dibumikan menjadi sesuatu kebutuhan manusia dan sangat mungkin untuk diaplikasikan dalam keseharian.
Sang Pemilik Cinta, Allah swt. pun -yang merupakan poros dari orbit dan relasi cinta manusia dengan Rabbnya dan manusia dengan sesamanya- telah mengajarkan konsep cinta pada manusia sebagai sesuatu yang mulia, yakni cinta itu berasal dari-Nya, milik-Nya, serta pemberian-Nya. Dengan cinta, Allah swt menciptakan manusia dan dengan kemurahan-Nya manusia diberi setetes bagian cinta yang menjadi energi bagi terciptanya relasi saling mengasihi di antara mereka dalam bingkai cinta kepada Allah swt.
Inilah yang perlu kembali dibawa ke alam bawah sadar umat manusia, khususnya kaum muslimin, bahwa bahasa cinta adalah solusi dan kunci dari semua persoalan yang ada. Maka, buku ini menjadi signifikan di mana seni berkomunikasi dengan bahasa cinta dikupas di dalamnya. Silahkan mengkaji.


Untuk Pemesanan (Beli/ Sewa) Hub.
Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id

Retorika Haraki; Seni Berbicara Aktifis Dakwah

Penerbit : Era Adicitra Intermedia
Penulis : Amirudin Rahim
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Halaman : xxviii + 236 halaman
Cover : SC

Harga : Rp. 33.000,-






Sinopsis :

Berbicara itu mudah. Namun berbicara dengan tepat memerlukan ilmu dan ketrampilan. Retorika Haraki, yang merupakan buku kelima 100 buku pengokohan tarbiyah ini berupaya membekali aktifis dakwah dengan seni berbicara yang tepat sehingga amanah dakwah dapat ditunaikan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, aktifitas dakwah dan tarbiyah, banyak membutuhkan kemampuan bicara. Mulai dari tabligh, taklim, orasi, khutbah hingga halaqah, dan dakwah fardiyah. Seringkali dai dan mubaligh tidak menyampaikan dakwahnya dengan baik bahkan ngelantur, dan seringkali pula muwajjih atau murabbi yang sebenarnya luas ilmunya namun cara penyampaiannya tidak menarik. Seni berbicara yang dijelaskan Amirudin Rahim dalam buku Retorika Haraki ini diharapkan bisa mengeliminir kelemahan-kelemahan itu menuju dakwah Islam yang memikat; dengan retorika yang memukau, sikap yang santun, konten yang berkualitas, berbobot dan efektif.

Dimulai dari Hakikat dan Prinsip Umum Berbicara pada Bab I, Retorika Haraki menyadarkan kita bahwa berbicara adalah nikmat yang juga mengandung potensi fitnah. Sikap seorang muslim pada nikmat berbicara ini adalah mensyukurinya dengan memuji Allah, berbicara untuk menyebar kebaikan, menggunakannya untuk kemaslahatan umat manusia, dan tidak menyalahgunakannya untuk kezaliman, kerusakan, permusuhan, dan kemaksiatan.

Mensyukuri nikmat berbicara dengan demikian adalah mentaati prinsip-prinsip berbicara Islami. Prinsip berbicara yang islami ini ada 6 poin:
1. Berbicara yang baik atau diam
2. Berbicara sesuai kadar pemahaman akal pendengar
3. Berbicara yang sederhana dan tidak berbelit-belit
4. Tidak berbicara tentang hal yang tidak berguna (sia-sia)
5. Menghindari kata atau istilah yang berkonotasi negatif yang sengaja diciptakan musuh-musuh kebenaran
6. Berbicara dengan bahasa audensi

Dari enam prinsip itu, mungkin poin kelima dan keenam yang belum terlalu akrab bagi kita. Kata atau istilah yang berkonotasi negatif di sini merupakan "penerjemahan" dari QS. Al-Baqarah ayat 104. Bahwa Allah memerintahkan memakai kata unzhurna sebagai ganti raa'ina. Di zaman sekarang, raa'ina itu semakin banyak dengan adanya semantic game (permainan makna) yang diciptakan Barat, misalnya. Kata "fundamental", "teroris", "garis keras", dan "bom bunuh diri" adalah sedikit contoh semantic itu. Jika aktifis dakwah memakainya secara mentah, ia sudah terjebak pada bias makna. Sedangkan berbicara dengan bahasa audensi artinya berbicara dengan bahasa yang dimengerti audien, istilah yang dipahami audien, dan kaidah komunikasi yang mudah diserap audien. Intinya pembicaraan kita secara efektfi bisa ditangkap audien sesuai makna yang kita kehendaki.

Dalam berbicara, kita juga harus menghindari penyakit lisan. Ini dibahas dalam bab kedua; Penyakit-penyakit Lisan dalam Berbicara. Amirudin Rahim menjelaskan 10 penyakit lisan sebagai berikut:
1. Ucapan yang tidak berguna (Al-Kalam fima la ya'ni)
2. Berbicara yang berlebihan (Fudhulul kalam)
3. Ungkapan yang mendekati kebatilan dan maksiat (Al-Khaudh fil bathil)
4. Berbantahan, bertengkar, dan debat kusir (Al-Mira' wal jadal)
5. Banyak bercanda dan sendau gurau (Al-muzah)
6. Ungkapan yang menyakitkan, jorok dan caci maki (badza'atul lisan wal qaul al-fahisy was sabb)
7. Melaknat (Al-La'nu)
8. Berfasih-fasih dalam berbicara untuk menarik perhatian (At-Taqa'ur fil kalam)
9. Menyebutkan hal yang memalukan atau kejelekan untuk ditertawakan atau bahan olok-olok (As-Sukriyah wal istihza')
10. Berbohong dalam perkataan, janji dan sumpah (Al-kadzibu)

Karakteristik Retorika Haraki
Pada Bab 3: Retorika Haraki, dibahas karakteristik retorika haraki. Namun sebelum itu, dijelaskan dulu definisi retorika haraki. Bahwa retorika haraki adalah penjelasan ajaran dan nilai-nilai Islam oleh para aktifis harakah dakwah yang disampaikan atas nama Islam kepada sekalian manusia, muslim atau non muslim, untuk mengajak mereka kepada Islam atau mengajarkan keislaman dengan cara-cara yang islami, beramal makruf dengan cara yang makruf, dan bernahi mungkar bukan dengan cara yang mungkar. Lebih dari itu, retorika haraki memandu aktifis dakwah untuk memadukan akal, hati, dan amal demi meraih kesuksesan dakwah dan keridhaan Allah SWT.

Karakteristik retorika haraki meliputi 15 karakter yaitu:
1. Yakin kepada Pencipta dan tidak mengingkari keberadaan dan kreatifitas manusia
2. menjaga keseimbangan antara wahyu dan akal
3. Menyeru kepada spiritual dan tidak meremehkan materiil
4. memperhatikan ibadah dan tidak melupakan nilai-nilai moral
5. Mengagungkan akidah dan menebarkan toleransi dan kasih sayang
6. memikat dengan hal-hal ideal dan peduli terhadap realitas
7. Mengajak kepada keseriusan dan konsistensi dan tidak melupakan berhidur dan istirahat
8. Berorientasi global dan tidak melupakan aksi lokal
9. Semangat kepada modernitas dan berpegang teguh kepada orisinalitas
10. Bersifat futuristik dan tidak mengingkari masa lalu
11. Memudahkan urusan dan menggembirakan perasaan
12. Berpikir luas dan tidak melampaui batasan permanen
13. menolak kekerasan dan terorisme dan mendukung perjuangan suci (jihad fi sabilillah)
14. Mengukuhkan eksistensi wanita dan tidak mengikis martabat laki-laki
15. Melindungi hak-hak minoritas dan menolak arogansi mayoritas

Teknik Retorika Haraki
Pada bab 4 sampai bab 9 (terakhir) Amirudin Rahim membahas hal-hal penting seputar retorika haraki. Mulai seni mengorganisasi dan menyampaikan pesan ada bab 4, seni berbicara dalam pidato dan khutbah pada bab 5, seni berbicara dalam kampanye politik pada bab 6, seni bertanya pada bab 7, seni memberi nasihat pada bab 8, dan sampai seni berbicara dalam dialog, diskusi, dan debat pada bab terakhir (bab 9). Sangat banyak teknik yang disampaikan dalam buku ini dan perlu dikuasai oleh aktifis dakwah. Tidak mungkin semuanya bisa dijabarkan dalam halaman terbatas ini.

Karenanya, buku ini perlu dibaca oleh aktifis dakwah. Sehingga para aktifis dakwah menguasai retorika haraki dengan baik, dan dengannya ia menyebarluaskan dakwah Islam demi terwujudnya negeri yang baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur, tegaknya Islam rahmatan lil 'alamin, dan terealisasinya maratibul amal ustadziyatul alam. Amin.
(Sumber : http://muchlisin.blogspot.com)

Rabu, 23 Juni 2010

Bunda Manajer Keluarga



Penerbit : Pustaka Inti
Penulis : Irawati Istadi
Ukuran : 18 x 24 cm
Halaman : xiv + 282 halaman
Cover : SC
Harga : Rp. 110.000,-



Sinopsis :

Segala sesuatu, harus disertai perencanaan yang rapi dan matang. Mereka yang tidak membuat rencana, sama artinya dengan merencanakan kegagalan. Begitu pula untuk membina dan mengelola keluarga, memerlukan perencanaan yang baik dan manajemen yang profesional.
Maka, bunda sebagai penanggung jawabnya layak pula mendapatkan jabatan sebagai "Manajer Keluarga".
Buku ini memberikan pedoman bagi Bunda, bagaimana membuat perencanaan yang rapi untuk segala urusan rumahtangga, yang bisa dibagi menjadi 8 Divisi. Mulai dari urusan keuangan, personalia, pendidikan, domestik, properti, agama, pengembangan SDM, hingga kehumasan.

DAFTAR ISI

BAB 1 RUMAHKU ISNPIRASIKU
1. RUMAH TANGGA TAK BEDA DENGAN PERUSAHAAN
a. seribu satu masalah bunda
b. A-Z permasalahan, perlu manajemen khusus
2. FILOSOFI MANAJEMEN KELUARGA
a. kepemimpinan
b. semut : barisan yang rapi
c. lebah : kerjasama yang kompak
d. bangunan yang kokoh
3. SANG PEMIMPIN SEJATI
a. pemimpin sejati keluarga
b. suami cerdas : menang dengan indah
c. istri cerdas : mengalah untuk menang
d. kerjasama kompak
4. FILOSOFI HAJI UNTUK KELUARGA
a. wukuf : mencari jati diri
b. mabit di muzdalifah : membuat analisa swot
c. melontar jumrah : membuang segala kelemahan
d. thawaf : memastikan berada di garis edar
e. sa'i : kerja keras tanpa putus asa
5. PRIBADI BUNDA
a. kecerdasan spritual bunda
b. kecerdasan emosi bunda
c. pribadi androgynous

BAB 2 RUMAH TANGGA PENUH CINTA
1. KELUARGA BENAR, VISI DAN MISI BENAR
a. kapal dibuat sesuai tujuannya
b. kejelasan visi, dunia akhirat
c. perlu kesamaan visi suami istri
d. menetapkan misi
2. TETAPKAN TUJUAN SEJAK MULAI
a. tujuan akhir : reuni di surga
b. tujuan antara : menetukan bekal untuk akhirat
c. tujuan kini : break down dari tujuan antara
3. MANAJEMEN UNIK GAYA RUMAH TANGGA
a. ayah sebagai manajer utama
b. bunda sebagai manajer operasional
c. siapa penanggung jawab divisi
d. melibatkan semua anak
e. bagaimana peran orang tua dan metua
f. menghargai pembantu
4. KELUARGA KOMPAK TUJUAN SEMUA
a. semua boleh bicara
b. dialog keluarga sersan
c. siapapun harus kritis
d. saling menutupi aib
e. tiga kata ajaib
5. MEMBUAT RUMAH SERAPIH KANTOR
a. fleksibel tapi profesional
b. akses informasi ; penting
c. jalur komunikasi lancar
d. menjaga dari campur tangan orang lain
e. manajemen waktu

BAB 3 DELAPAN DIVISI DALAM RUMAH TANGGA
1. DIVISI PERSONALIA
a. taaruf antar keluarga
b. keluarga milik bersama
c. pekerjaan untuk anak
d. mujahadah mencari pembantu
e. optimalkan tenaga dengan delegasui
f. manajemen konflik
g. bersaing dengan inang pengasuh
2. DIVISI PENDIDIKAN
a. rumah sebagai basis pendidikan
b. ciptakan budaya pendidikan
c. merencanakan pendidikan setiap anggota keluarga
d. memilih pendidikan anak yang tepat
e. perpustakaan keluarga
f. manajemen televisi
3. DIVISI URUSAN DOMESTIK
a. karakter urusan domestik
b. memahami karakter urusan domestik
c. kebijakan tata boga
d. menyusun menu makanan
e. pernak pernik kesehatan
f. merawat kecantikan diri
4. DIVISI SPRITUAL
a. kecerdasan spritual di rumah
b. budaya spritual dari detik ke detik
c. kompak, seluruh keluarga menjadi teladan
d. kurikulum pendidikan spritual dirumah
5. DIVISI KEUANGAN
a. konsep keuangan
b. biasakan mencatat
c. menghindari nafsu belanja
d. kejar pendapatan, tutup operasional
6. DIVISI PROPERTI
a. pemilihan lingkungan rumah
b. manajemen pengadaan dan perawatan
7. DIVISI PENGEMBANGAN SDM
a. bunda dan karir profesi
b. semangat belajar bunda
c. pengembangan SDM ayah
d. pengembangan SDM anak
e. mertua penting tapi harus diarahkan
8. DIVISI HUMAS
a. lingkungan pembentuk kepribadian
b. pancarkan cahaya rumah kelingkungan
c. bawa anak menantang dunia
d. kenali teman anak
================================
Untuk Pemesanan (Beli/ Sewa) Hub.

Via SMS ke 0856 84 64 125
atau
Email ke ibnu_abuhu@yahoo.co.id
================================